Bukankan Anda setuju bahwa cinta adalah anugerah?
Anugerah terindah yang diberikan kepada manusia..
Cinta membuat banyak kehidupan menjadi sangat berwarna.. bahkan cinta membuat segala yang sederhana tampak selalu istimewa..

Seperti yang kita ketahui, bahwa begitu banyak orang yang bermimpi untuk jatuh cinta dan ingin dicintai juga..
Berada dalam kisah yang selalu ingin dirajut bersama..
Mengarungi segalanya, saling menguatkan dikala suka dan duka..

Seringkali kita pun mungkin belum menyadari bahwa kisah cinta pada dunia nyata tidak seindah pada film Romeo-Juliet atau pada kisah film Titanic, Rose dan Jack.. atau bahkan seperti FTV Indonesia, yang selalu berakhir happy ending.

Perasaan cinta yang meletup-letup dalam hati kemudian merasakan indahnya saling jatuh cinta seakan dunia milik berdua. Namun terkadang di tengah jalan harus berakhir pada hari dimana cinta harus terpatahkan. Mungkin bukan hanya karena ketidakcocokan dengan pasangan, tetapi bisa jadi karena keadaan, masalah keyakinan, keluarga, dan lain sebagainya.

Kita pun tak pernah menginginkan segala hubungan yang hanya seumur jagung.  Bahkan terkadang kisah yang hanya singkat mendatangkan kenangan yang sangat indah untuk dilupakan. Saya tidak tau apakah Anda termasuk orang yang berfikir bahwa jatuh cinta adalah hal yang harus dihindari..

Pernahkah Anda mendengar Philophobia?

Nah Philophobia adalah keadaan seeorang yang secara tidak rasional takut jatuh cinta. Kita mungkin menemukan diri kita menghindari kemungkinan untuk terikat dengan seseorang  menyangkal perasaan khusus yang mereka rasakan terhadap seseorang. Entah karena ketakutan terhadap penerimaan, ketidakpantasan kita, dan lain sebagainya..

Setiap kali kita merasakan jatuh cinta dan membangun hubungan membuat kita gelisah, mual, berkeringat, panik, dan sesak nafas. Iya kan? Nah itu artinya hal ini yang akan menjauhkan suatu hubungan.

Beberapa pengalaman menunjukan bahwa phobia ini biasanya adalah tentang traumatis  akan kenangan masa lalu. Masa lalu yang membuat kita susah untuk move on. Sulit sekali untuk menemukan kembali seseorang yang jauh lebih baik lagi. Keadaan keluarga pasangan yang tidak mampu menerima keluarga kita, atau bahkan kita berbeda tentang keyakinan agama sehingga hubungan pun harus berakhir.

Kita mungkin belum menyadari bahwa ternyata perasaan cinta yang menggebu-gebu, pengharapan yang terlalu dalam terhadap pasangan, bahkan penuh kehati-hatian dalam mempertahankan hubungan adalah hal yang membuat kita tersiksa pada perasaan yang takut kehilangan.

Dan pada akhirnya disaat kemudian kita mengalami kegagalan dalam menjaga hubungan, itu membuat kita takut untuk memulainya lagi? Bahkan pada saat kita mulai merasakan ada benih cinta muncul dihati kita, terkadang dengan segera kita menangkis perasaan itu agar tidak bertumbuh terlalu dalam.

Tak ingin mengambil resiko?

Ya terkadang juga mendengar pengalaman cinta yang tragis dari orang lain membuat kita mengalami ketakutan yang berlebihan. Sehingga kita akan memikirkan bahwa jatuh cinta membuat situasi yang buruk akan terjadi.

Lalu, seperti apa jadinya saat Anda bisa merasakan jatuh cinta lagi? Merasakan kembali indahnya kebersamaan dengan saling percaya, tanpa adanya rasa ketakutan lagi?
Bukankah cinta ditakdirkan untuk saling memiliki dan menjaga? Tentu, Anda pasti akan bersyukur saat itu. Bersyukur bisa saling mencintai dan dicintai.

Masalah ini tak akan pernah terselesaikan dengan memerangi pikiran kita hanya dengan berusaha melupakan semua kenangan itu. Justru, semua yang akan kita lupakan justru semakin teringat semua kenangan itu. Semua itu terjadi karena lekatnya perasaan yang ada dalam seseorang itu terlalu pekat.

Untuk menyembuhkan Philophobia ini dapat disembuhkan melalui Hipnoterapi/Psikoterapi.  Hipnoterapi akan sangat membantu kita dalam melepaskan semua kepekatan perasaan dalam seseorang itu. Yang akan membantu semua rasa hilang, tentunya dengan keikhlasan pada seseorang itu. Hipnoterapi akan membuat semuanya akan tampak seperti sedia kala. Hal yang telah terjadi rasanya tampak suram pun menjadikan semuanya adalah pembelajaran yang sangat berharga.

Segala sesuatunya terjadi karena mindset kita sendiri. Yang terlalu memikirkan segalanya yang belum terjadi. Apa yang kita pikirkan adalah apa yang akan terjadi.. Tak perlu takut akan masa depan, Allah telah menuliskan sebaik baiknya skenario. Bukan hanya soal hubungan, bahkan segala sesuatunya pasti ada kemungkinan terbaik dan terburuk. Tugas kita hanya mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Percayalah hidup adalah tentang timbal balik. Tak pernah ada yang sia sia menjadi yang terbaik. Toh kalaupun kita mendapat hal yang tidak baik itu hanyalah soal waktu. Yang belum mempertemukan dengan orang yang baik. Dan semua adalah pembelajaran tentang kesiapan kita menghadapi orang-orang baru.

Masa depan adalah misteri, Tuhan sanggup memberikan kita masa depan yang penuh harapan dan sangat indah meski masa lalu penuh liku..

Jika Anda mengalami, yuk segera untuk mengatasinya dengan Hipnoterapi. Karena jika ini dibiarkan akan menimbulkan masalah pada diri kita sendiri.

Masa depan Anda terlalu berharga jika dilewatkan hanya karena berfokus pada masa lalu..