Contoh hipnotis. Sebagian orang yang telah mengalami suatu peristiwa-dimana orang tersebut merasa dirugikan oleh orang lain, misalnya pengambilan barang berharga yang mengaku terjadi ‘tanpa sadar’ mereka sering menganggap bahwa mereka dihipnotis. Apakah mereka benar-benar telah HIPNOTIS? Ataukah hanya sekedar PENIPUAN? Berikut adalah beberapa contoh kisah yang akan menunjukkan seperti apa hipnotis itu sebenarnya . Berikut contoh hipnotis.

Beberapa Contoh Hipnotis  dalam Kehidupan Sehari-hari

Kisah Pertama

Sepulang sekolah, seperti biasa Ani menunggu bus di halte dekat sekolahnya. Ia duduk di bangku paling kiri. Saat menunggu, Ani melihat ada seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya. Pria itu menatap Ani bak ingin mencoba berbuat jahat pada Ani. Ani merasa sangat terancam. Beberapa kali Ani mengalihkan pandangan dan saat mengecek untuk melihat pria itu, pria itu masih memandang tajam.

Ani semakin ketakutan. Ia bergeser ke kanan mendekati seorang pria lain yang duduk di sampingnya.
“Kenapa, Mbak?”, tanya pria disampingnya. “Itu lho, Mas. Kok pria itu ngeliat aku terus dari tadi ya?”, jawab Ani dengan takut. “Wah, iya tuh,  Mbak. Kayaknya mau berbuat jahat tuh sama, Mbak” timpal pria disamping  Ani. “Terus gimana dong, Mas. Saya kan takut”, bisik Ani. “Yaudah, Mbak sini aja, Mbak. Gak usah dilihatin lagi”, tenangnya.

Tak lama kemudian, ada bus yang berhenti di halte. “Mbak, mending kita naik bus aja, Mbak”, pintanya. “Tapi, Mas. Ini bukan bus jurusan saya pulang”, keluh Ani. “Naik aja, Mbak. Daripada Mbaknya di apa-apain sama orang itu”. Ani pun berpikir dalam hati, iya juga ya. Apa aku ikut Mas ini aja. “Oke deh, Mas. Yuk naik”. Akhirnya Ani dan pria yang tadi duduk di sampingnya naik bus-yang sebenarnya bukan bus yang biasa Ani naiki.

Setelah naik bus, Ani belum merasa lega. Ternyata pria yang memandang Ani tadi ikut naik bus ini juga. Dan masih memandang Ani dengan pandangan yang mengancam. Ani semkin merasa ketakutan.

“Mas, itu orangnya ngikutin kita, Mas”. Pria yang duduk di samping Ani menengok ke belakang dan ternyata mereka memang diikutui.

“Mbak, jangan-jangan pria itu mau nyopet Mbak. Sini Mbak dompetnya saya bawa aja Mbak. Saya amanin. Kan dia gak tau kalo dompetnya udah di saya,” pintanya.

“Oh gitu ya, Mas. Okedeh. Nih, Mas.” Serah Ani.

Tak lama setelah Ani menyerahkan dompetnya, Ani memandang keluar jendela. Saat Ani kembali mengembalikan pandangannya, ternyata pria di sampingnya sudah tidak ada. Sadar kalau dompetnya, Ani kaget dan merasa dirinya dihipnotis. Dia pun mengaku kepada orang-orang kalau ia telah dihipnotis.

Apakah ini hipnotis?

Kisah Kedua

Pak Joko ditelpon oleh seorang pria yang mengaku adalah polisi. Tentunya Pak Joko kaget karenanya. Beliau merasa tidakpunya masalah kok ditelpon.

Sang polisi mengatakan bahwa ia telah menangkap anak Pak Joko yang bernama Dani. Dani diberitakan tergabung dalam siswa yang mengikuti tawuran dan akhirnya tertangkap.

Kebetulan Dani saat itu tidak ada di rumah. Saat ditelpon pun hape Dani mati. Jadi,Pak Joko percaya saja dengan berita polisi. Tetapi Dani termasuk anak yang patuh terhadap orang tua. Kok bisa-bisanya ikut tawuran.

Sang polisi meminta Pak Joko menebus Dani dengan sejumlah uag. Uangnya harus ditransfer sekarang juga. Kalau tidak Dani akan dimasukkan ke penjara selama dua tahun.

Karena Pak Joko tidak ingin Dani masuk penjara, Pak Joko pun menransfer uang sejumah yang polisi minta. “Ini sesuai peraturan kepolisian, Pak”, katanya.

****

Beberapa menit sebelum kejadian-di tempat yang berbeda, Dani (anak Pak Joko) mendapat sms dari operator jaringan selulernya. Dalam sms tersebut, tertulis pengguna diharuskan  mematikan hape selama setengah jam karena jaringan selulernya akan diperbaiki. Dani pun mematikan hapenya.

Saat Dani kembali ke rumah, Ayahnya (Pak Joko) dan ibunya sedang menunggu di ruang tamu.

****

Pak Joko, kaget sewaktu Dani pulang ke rumah dalam keadaan yang baik-baik saja. Akhirnya mereka menceritakan kejadian yang terjaditerhadap mereka tadi.

Apakah ini hipnotis?

Kisah Ketiga

Sekarang ini, banyak promo suatu produk yang mengiming-imingi hadiah total jutaan rupiah jika mendapatkan kupon dengan nomor pin di dalam kemasan. Dengan mendaftarkan nomor pin di kupon yang ada, pembeli bisa mengirim nomor tersebut dan nantinya akan diacak untuk diundi.

Bu Lastri, seorang ibu rumah tangga di telpon oleh suatu operator produk sabun cuci favoritnya. Operator mengtakan Bu Lastri mendapatkan hadiah 2 juta rupiah dari hasil undian pin sabun cucinya.

Sebenarnya Bu Lastri tidak merasa mengirim nomor undian tersebut. Tapi karena Bu Lastri ingin mendapatkan uang dan bayangan Bu Lastri sudah banyak tentang uang yang bisa digunakan untuk banyak hal, maka Bu Lastri mengikuti prosedur yang ada.

“Ibu, untuk hadiahnya harus diambil sekarang juga.” Tentunya Bu Lastri bingung. Mana ada hadiah diambilnya batas waktu cepat begini? “Maaf, Ibu. Jika sampai setelah jam 13.00 ibu belum mengambil hadiahnya, maka hadiah akan hangus, Bu Lastri semakin takut dengan ancaman yang ada. Bu Lastri ingin sekali mendapatkan hadiah 2 juta tersebut.

Akhirnya, Bu Lastri menyetujui akan diambil hari ini.

“Baik, Bu Lastri. Jika begitu, sebelum  Bu Lastri sampai di kantor kami, kami harap Bu Lastri konfirmasi ke nomor ini terlebih dahulu.”

Sekitar jam 11.00, Bu Lastri menuju kantor sabun langganannya. Seperti yang diminta operator, Bu Lastri menelpon nomor tadi.

“Oh, Bu Lastri sudah dekat. Baik, Bu. saya berada di warung Sedap disamping kantor”

Bu Lastri sempat bingung. Kenapa transaksinya harus dilakukan di luar kantor? Tapi Bu Lastri tetap menuju warung makan yang disebut operator tadi.

Ternyata benar, ada orang yang menunggu Bu Lastri disuatu meja. Suaranya juga mirip dengan operator tadi.

“Mbak, kenapa transaksinya di luar kantor?” tanya Bu Lastri penasaran.

“Sama saja, Bu. Di luar kantor atau di dalam kantor. Sekarang kan jam istirahat. Jadi ya harus di luar kantor,” jawabnya ramah.

Ternyata eh ternyata, untuk mengambil hadiahnya harus ada surat perjanjian dan bermatrai. Uangnya tidak langsung diserahkan tapi via transfer. Bu Lastri mematuhi peraturan yang ada, meskipun sedikit bingung.

Setelah itu, Bu Lastri diarahkan ke atm untuk memencet nomor-nomor yang tertera di kertas panduan. Sudah ditunggu beberapa jam, Bu Lastri tidak juga mendapatkan uang 2 juta. Bu Lastri mengecek untuk kesekian kalinya, ternyata uang Bu Lasri yang justru berkurang 2 juta. Sudah tentu Bu Lastri sangat menesali hal tersebut.

Bu Lastri menceritakan kejadian ini dan mengaku bahwa ia telah dihipnotis

Apakah ini hipnotis?

Kisah Keempat

Beberapa waktu lalu, Mas Riyan bercerita bahwa uangnya di atm selalu berkurang setiap bulannya. Padahal dia merasa tidak mengikuti programa apapaun-yang dimaksud disini adalah asuransi. Dia merasa sangat rugi tentunya. Sempat terbesit dalam pikirannya apakah saya dihipnotis?  Setelah menyelidik kejadian sebelum-sebelumnya, memang ada hal aneh yang pernah terjadi.

Suatu hari, ada seseorang yang menelpon dari suatu perusahaan asuransi yang menjelaskan tentang produk mereka. Sang operator menjelaskan panjang lebar tanpa henti kepada Mas Riyan. Saking bingungnya dan malas bertanya hal lain, dengan asal Mas Riyan menjawab YA. Di akhir penjelasan-yang sangat panjang, si operator bertanya kepadanya,  “Apakah bapak sudah jelas? Ada yang mau ditanyakan , Pak?” tentunya Mas Riyan tidak ingin urusan ini bertambah panjang dengan bertanya menganai penjelasan si operator. Dia tidak ingin sang operator menjelaskan ulang hal tadi. Karena itu dia menjawab, “Ya. Saya sudah jelas. Terimakasih.”

Setelah kejadian itu, entah kenapa uang dalam atm Mas Riyan selalu berkurang secara berkala.

Apakah ini hipnotis?

 

Kisah Kelima

Andi berlari tergesa-gesa menemui Riko. Andi bilang dia baru saja dihipnotis. Karena bingung, Riko meminta Andi untuk menceritakan kejadian saat ia dihipnotis.

Kurang lebih, begini ceritanya.

Tadi pagi, Andi sedang mengambil uang di atm. Setelah ia selesai transaksi, ada seorang pria yang menepuk pundak Andi dengan keras. Sontak Andi kaget. Pria itu berbicara pada Andi dengan sangat cepat. Dia mengaku bahwa dia teman ayah Andi. Kerabat yang lain sedang berada di rumah sakit dan mereka butuh uang untuk biaya operasi. Dia bilang kalau sebelumnya dia sudah menghubungi ayah Andi. Pria ini menjelaskan bahwa ayah Andi meminta dia menemui anaknya untuk meminjam uang. Karena pria itu sangat khawatir dan tergesa-gesa, Andi dengan cepat memberikan uangnya yang di kartu atm kepada pria itu sebesar yang dia minta.

Setelah kejadian, Andi mengirim sms kepada ayahnya untuk mengonfirmasi bahwa ia sudah meminjamkan uangnya. Tapi, ayahnya malah bingung. Dan akhirnya Andisadar bahwa dia telah dihipnotis.

 

Bayangkan, Andi menceritakan kejadiannya kepada Riko dengan sangat detil. Kebanyakan orang bilang kalau hipnotis membuat kita tidak sadarkan diri. Jadi, apakah Andi benar-benar telah dihipnotis?

 

Inilah Penjelasan Kelima Kisah diatas

Kelima kisah di atas dibagi menjadi beberapa kategori.

Pertama, kategori FEAR-PENIPUAN.

Dalam bahasa inggris, fear diterjemahkan takut. Yang dimaksud ketakutan disini adalah ketakutan akan kehilangan atau kerugian akan sesuatu. Ketakutan ini menyebabkan adanya pengeluaran yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu itu sebelum hilang atau sebelum rugi. Dalam cerita di atas yang termasuk kategori fear yaitu kisah Ani dan Pak Joko .

Saat Ani  pulang sekolah dan menunggu bus di halte biasanya. Dalam kisah ini Ani dilanda ketakutan. Pria yang memandangnya dari jauh membuat Ani merasa takut. Akhirnya ia dilindungi oleh pria yang ada disampingnya. Ani menganggap pria ini akan meneolong, tapi pada akhirnya dompet Ani dibawa oleh pria yang dismpingnya tadi.

Dalam kasus ini, sering terkuak bahwa memang beginilah cara penipu atau perampok melakukan aksinya. Pria yang memandang Ani dan pria yang duduk di sampingnya adalah sebuah komplotan. Mereka bekerjasama untuk mengambil dompet Ani dengan cara seperti ini.

Selanjutnya adalah kisah Pak Joko.

Pak Joko sangat cemas dengan keadaan Dani. Karena takut Dani dipenjara akhirnya Pak Joko mengirim uang demi keselamatan Dani.

Sudah jelas-jelas kedua kasus ini termasuk penipuan.

Kedua, FEAR and GREEDY-PENIPUAN

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa fear berarti takut. Greedy dalam bahasa inggris juga, jika diterjemahkan berarti tamak.

Kisah yang termasuk dalam kategori ini adalah kisah Bu Lastri. Bu Lastri ingin sekali mendapatkan uang 2 juta dari hasil undiannya. Padahal dia sadar bahwa dia tidak pernah mengirim pin atau kode undian ke perusahaan sabun favoritnya. Karena sudah terbayang bisa melakukan banyak hal dengan uang itu, Bu Lastri pun larut dalam prosedur ‘menang undian’ tersebut. Disinilah Bu Lastri terhasut akan ketamakannya.

Bu Lastri pun dilanda ketakutan karena uangnya akan hangus setelah beeberapa jam.

Ini juga termasuk dalam kategori PENIPUAN.  Tapi, kenapa Bu Lastri mengaku bahwa ia telah dihipnotis? Karena Bu Lastri enggan mengaku bahwa ia telah ditipu. Ya masak aku mau bilang aku ditipu? Bodoh sekali. Pikirnya. Istilah jaman sekarang jaim atau jaga image.

Ketiga, Flooding.

Flooding dalam bahasa inggris berarti banjir. Dalam hal ini berarti dibanjiri, dibanjiri informasi.

Kisah yang termasuk dalam kategor flooding adalah kisah Mas Riyan.

Uang dalam rekeningnya tiba-tiba berkurang secara berkala. Usut-usut punya usut, sebelumnya Mas Riyan pernah di telpon oleh salah seorang perempuan yang mengaku operator suatu perusahaan asuransi. Karena dia bingung –dibanjiri informasi yang tidak dimengerti, di akhir percakapan, Mas Riyan pura-pura mengerti akan penjelasan sang operator.

Ternyata, setelah diselidiki Mas Riyan turut dalam anggota asuransi di suatu perusahaan. Padahal dia tidak pernah ikut. Dari telpon yang pernah datang kepadanya, Mas Riyan dinyatakan ikut karena sudah setuju. Dan percakapan dalam telpon dijadikan bukti-karena percakapan mereka direkam.

Mas Riyan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dibilang penipuan tapi ada bukti. Dibilang bukan, tapi memang ditipu oleh taktik perusahaan.

 

Keempat, kategori HIPNOTIS

Sebelumnya, akan dijelaskan apa itu hypnosis. Hypnosis adalah kondisi dimana critical factor i seseorang telah terbuka. Dan menyentuh pikiran bawah sadar. Critical factor adalah suatu pintu yang menjadi pelindung pikiran bawah sadar. Untuk membukanya bisa melalui beberapa cara. Salah satunya dengan dikagetkan.

Kisah Andi yang ditepuk pundaknya secara tiba-tiba, membuat Andi kaget dan mengakibatkan critical factornya terbuka. Dengan dimasukannya segala informasi-karena sudah berada dipikiran bawah sadar, Andi menerima segala informasi yang datang kepadanya-secara sadar namun bingung karena dilakukan secara mendadak.

Inilah hipnotis yang sebenarnya.

 

Tips Ketika Menghadapi Kondisi diatas

Lalu, apa yang harus kita lakukan bila menghadapi peristiwa itu?

Saran

1. Berpikirlah secara Kritis

Untuk kejadian pertama sampai keempat, Anda disarankan untuk berpikir kritis. Ambilah jeda beberapa saat sebelum Anda merespon informasi yang ada. Jika Anda sudah merasa ragu, koreksilah informasi sebelumnya.

2. Tepuk Balik

Untuk kasus terakhir, sudah sering dijelaskan bahwa jika Anda dikagetkan dengan ditepuk, maka tepuk baliklah orang yang menepuk Anda.

 

Semoga Anda tidak termasuk orang yang takut akan suatu kejadian,bukan termasuk orang tamak dan juga bukan termasuk orang yang mudah dihipnotis.

Demikianlah  contoh dari beberapa kejadian yang menunjukkan arti sebenarnya hipnotis. Sekarang, Anda sudah mengetahui kejadian sebenarnya yang dinamakan hipnotis dari contoh hipnotis.