2016, ya adalah era dimana trendsetter mode bisa dikatakan merajalela di Indonesia. Bahkan dari berbagai mode, tipe, merk dan lain sebagainya. Mulai dari kebutuhan sehari hari seperti pakaian, gadget, dan lain sebagainya. Bahkan ini tak hanya dikalangan anak anak muda, bahkan dari anak kecil hingga dewasa pun tak lepas dari perhatian pangsa mode di Indonesia.

Kebutuhan hidup meliputi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Yang pertama adalah kebutuhan  Primer (kebutuhan pokok). Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang haus dipenuhi untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia, seperti : dapat hidup sehat, berpakaian, dan berteduh serta memperoleh pendidikan. Kebutuhan primer ini apabila tidak dipenuhi dapat menimbulkan dampak yang negatif.

Yang kedua kebutuhan sekunder (pelengkap) . Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh kebutuhan skunder adalah kebutuhan akan radio, TV, atau sepeda motor bagi masyarakat yang pendapatannya masih tergolong rendah.

Sedangkan yang ketiga kebutuhan tersier / mewah . Kebutuhan tersier atau kebutuhan mewah adalah kebutuhan yang biasanya dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder dipenuhi. Namun tidak diharuskan. Contoh kebutuhan tersier adalah kebutuhan akan mobil, alat rumah tangga mewah, dan perhiasan mahal.

Nah kali ini kami akan membahas maksud dari “budget pas pasan jiwa sosialita” atau lebih dikenal dengan sebutan “BPJS”. Nah istilah ini mungkin sudah biasa berada dikalangan anak anak muda akhir akhir ini. Seperti yang sudah kita ketahui bersama keadaan orang yang seperti ini mungkin sudah lama dari tahun ke tahun. Demam “BPJS” ini adalah dimana kondisi seseorang yang tidak mampu untuk bergaya lebih cenderung “memaksakan keadaan”. Hal ini sebagiian besar hanya untuk hal kepentingan status sosial semata.

Anda mungkin belum menyadari bahwa ternyata lingkungan sosial banyak berdampak dalam deman “BPJS” ini. Keadaan lingkungan , pergaulan yang bergengsi, keiinginan untuk menjadi orang yang dianggap terpandang, rasa iri satu sama lain yang lebih unggul dan lain sebagainya. Seseorang bisa sampai mengambil tindakan tindakan yang berlebihan dalam mengikuti kemauan jiwa sosialitanya ini.

Bagaimana tidak? Banyak sekali kasus yang mungkin sangat berlebihan dalam memuaskan nafsu trendsenter ini. Tahukan Anda? Bahwa dilingkungan sekitar kita pun banyak hal yang berkaitan dengan demam “BPJS” ini. Pernahkah Anda melihat seorang tetangga, atau Ibu-Ibu yang datang ke kondangan dengan glamournya? Sebelum si Ibu-Ibu ini ke kondangan ia rela untuk meminjam sejumlah persiapan ke tetangganya hanya untuk terlihat mewah? Anda sendiri mengetahui bagaiamana kondisi ekonominya. Yang memprihatikan adalah kadang orang sampai bersikap konyol untuk memperlihatkan gengsi.

Sebenarnya bukan permasalahan mewah atau tidaknya. Karena pada dasarnya tingkat kemewahan atau kesederhanaan seseorang berbeda beda, sesuai dengan tingkatan ekonomi yang mereka punya. Kalaupun anak atau istri seorang pejabat ya wajar aja. Nah yang meprihatinkan adalah seseorang yang keadaannya ekonomi biasa aja tetapi cenderung selalu mengikuti kebutuhan tersier. Ini hal yang tidak seimbang pola hidupnya.

Pola hidup yang selalu menuntut pada kemewahan sedangkan ekonomi tidak mendukung, hal ini sangat berpengaruh sekali dalam hidup. Seseorang akan lebih cenderung memaksakan kehendak secara terus menerus. Setiap kemauan harus selalu ada. Dan pada akhirnya ini akan memberikan dampak yang negative bukan untuk dirinya sendiri maupun orang disekitarnya.

Seperti contoh, seorang ibu rumah tangga yang dalam setiap arisan bersama teman-temannya selalu membicarakan tas tas branded terbaru. Sedang seorang wanita sosialita seperti ini cenderung mengandalkan pendapatan suami. Tidak masalah kalau sang suami adalah seorang konglomerat yang bisa selalu memberikan apa keinginan istri. Nah, seandainya seorang suami yang hanya seorang karyawan biasa, yang pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Hal ini memberikan tekanan berat untuk suami bukan? Mungkin saja tak hanya berpengaruh dalam keharmonisan suami istri, namun sang anakpun pasti terbengkalai.
Mungkin untuk anak anak kuliahan yang seringkali mendapati sekawanan geng  yang dianggap ngehits dikampusnya. Bahkan yang lebih mencenangkan mereka harus mempertaruhkan harga diri kepada laki-laki hidung belang hanya demi meninggikan derajat mereka. Gaya hidup yang berlebihan, gadget terbaru, rambut tangan hasil perawatan salon ternama, dan juga tempat tongkrongan yang terkesan mewah.

Seseorang yang terlalu memaksakan kehendak seperti ini justru akan membuat tekanan pada diri sendiri. Hasrat akan untuk selalu mengikuti gaya hidup orang lain terus menerus akan menjadi boomerang untuk diri sendiri, keluarga, bahkan keturunannya sendiri. Semakin mengejar apa yang orang lain punya maka hidup mau tidak mau akan selalu dihantui rasa keinginan yang berlebihan. Hingga seringkali harus melakukan hal-hal yang berlebihan.

Nah, Hipnoterapi hadir untuk memberikan pelayanan dalam mengurangi keinginan yang berlebihan, pengendalian rasa ingin memiliki sesuatu. Selain itu, Hipnoterapi juga bisa untuk meningkatkan rasa percaya diri, hal ini untuk mengurangi rasa gengsi yang berlebihan untuk kalangan “BPJS” ini. Dalam hal tersebut Hipnoterapi secara tidak langsung akan membantu bagaimana cara hidup yang sehat dan normal, sehingga hidup tidak boros untuk hal hal diluar kebutuhan pokok.

STOP !! Mengikuti perkembangan mode memang tidak ada habisnya. Tidak salah memang, tapi alangkah sebaiknya harus menyesuaikan kebutuhan dan keadaan ekonomi. Pola hidup yang wajar akan membuat hidup menjadi lebih seimbang. Karena cepat atau lambat hidup tidak akan selamanya selalu diatas. Semakin kita liat ke atas semakin kita tak bisa menggapainya, tapi alangkah indahnya kita melihat kebawah. Melihat orang-orang yang jauh lebih tidak beruntung dibanding kita. Pasti kita akan menjadi orang-orang yang penuh syukur.

Seperti apa jadinya saat Anda bisa meminimalisir keuangan Anda? Anda bisa mengendalikan diri dalam bersosialita? Bukankah menyenangkan ketika Anda bisa menabung untuk kebutuhan kebutuhan yang lebih penting. Sedangkan kita tidak pernah tahu suatu masa depan akan seperti apa. Demi masa depan Anda dan keluarga Anda nantimya 🙂